Ada banyak air mancur di dunia. Tetapi air mancur yang satu ini sangat indah dan megah dengan bangunan dan ornamennya yang detail, ekspresif dan artistik. Air mancur itu bernama Trevi atau dalam bahasa Italia dikenal dengan nama Italia Fontana di Trevi.
Sesuai dengan namanya, air mancur ini berada di daerah Trevi - Roma , Italia. Dengan memiliki gaya Baroque yang terbesar di Eropa, air terjun ini merupakan salah satu air mancur yang terkenal di dunia.
Trevi ini dibangun pada tahun 1732 oleh Nicola Salvi.Tetapi sebelumnya pernah
dikerjakan oleh Bernini atas utusan Paus Urbanus VIII. Salvi
menyelesaikan patung "The Restive Sea Horse" atas utusan Paus Clement XII karena paus yang sebelumnya telah wafat.
Air mancur ini sebenarnya merupakan bagian akhir dari Aqua Virgo, sebuah saluran air yang
dibangun pada abad 19 SM. Saluran ini membentang sepanjang 20 km dari
mata air Salone dan memasok air ke bagian pusat Roma.
Yang menarik, di air mancur ini terdapat patung sosok Neptunus, Dewa Laut sedang
mengendarai kereta berbentuk kerang yang ditarik oleh dua kuda laut
sebagai tokoh sentral. Di sekitarnya terdapat patung sosok-sosok lainnya.
Pada setiap kuda dipandu oleh Triton. Salah satu kuda
terlihat jinak, sedangkan yang lainnya terlihat liar. Dua kuda ini ternyata
sengaja digambarkan secara berbeda untuk melambangkan laut yang selalu
bergejolak.
Hal menarik lainnya adalah adanya mitos membuang koin di air mancur itu. Dipercayai bahwa jika melemparkan satu koin maka , Anda dapat kembali
lagi ke Roma. Sementara jika melempar dua koin, maka Anda bisa
menikahi pria atau wanita Roma. Caranya adalah dengan berdiri
membelakangi air mancur dan melemparkan koin dari atas bahu.
Terlepas dari mitos itu, yang jelas air mancur ini memang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi.
Karena keindahannya, ada banyak pasangan yang berfoto Pre Wedding di sana atau melakukan sesi pemotretan dengan latar belakang gedung, patung , ornamen dan air mancur Trevi.
Saat berada di taman atau tempat wisata, pengunjung tentu berharap bisa menikmati tempat itu dengan aman dan nyaman. Tetapi bila Anda berkunjung ke wisata ini, bisa jadi Anda akan merasa cemas dan tegang karena bisa tersesat.
Hal ini karena ada banyak sekali jalan yang saling terhubung di sana.Tetapi bukan jalan biasa karena jalan itu berupa pola-pola tertentu dengan terbuat dari pagar tanaman hijau. Saat berada di sana terasa berjalan menyusuri lorong-lorong yang seakan tak berujung.
Wisata itu bernama Longleat Hedge Maze yang beradavdi Wiltshire, Inggris dan merupakan taman labirin terpanjang di dunia. Taman labirin ini sudah ada sejak tahun 1975 yang
merupakan bagian dari rumah tinggal Marquesses of Bath.
Total luas taman Longleat Hedge Maze 0,6 hektar
dari keseluruhan kawasan ini yang mempunyai luas 3.237 hektar dan memiliki jalan berliku
sepanjang 2,7 meter.
Tentu bisa dibayangkan bagaimana seru dan menegangkannya ketika menyusuri labirin itu karena kita tidak bisa tahu akan keluar ke arah mana dan begitu pula sebaliknya. Bisa jadi kita akan kembali ke lokasi yang semula.
Selain bisa menelusuri lorong-lorong labirin, wisatawan juga bisa
melihat dan menikmati bentuk taman labirin ini dari gazebo dan beberapa jembatan yang cukup tinggi dan berada diatas taman labirin.
Selain itu juga terdapat taman safari yang sudah ada sejak tahun 1966 dan dihuni
oleh 500 hewan liar yang berkeliaran di sekitar taman.
Selain itu di taman ini juga
digunakan sebagai tempat untuk wisata edukasi dan digelarnya banyak event
menarik.
Tak kalah menariknya, karena tanaman sebagai pagar pembatasnya cukup tinggi, untuk memotong dan merapikan tanaman itu agar tetap sama ketinggian bentuk dan permukaannya, para petugas menggunakan sepatu khusus yang cukup tinggi sehingga bisa menyamai ketinggian pagar tanaman itu.Dengan menggunakan gunting taman, mereka tampak sigap memangkas tanaman-tanaman hijau itu.
Oya, waktu terbaik untuk berkunjung ke
taman ini adalah pada bulan Maret sampai November. Wisata ini dibuka
mulai hari Senin hingga Minggu pukul 10.00-19.30 waktu setempat. Tetapi tiket
masuk cukup mahal yakni 25,07 Euro untuk
dewasa dan 17,05 Euro untuk anak-anak.
Pulau Nami itu tampak unik karena jika dipandang dari atas berbentuk bulan sabit. Nama pulau ini sangat terkenal di Korea Selatan karena keindahan panoramanya. Ada nuansa hangat dan romantis yang dirasakan oleh pasangan kekasih yang datang ke sana.
Terlebih setelah pulau itu menjadi lokasi syuting drama serial Winter Sonata yang populer dan yang dibintangi oleh Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo, Pulau Nami semakin banyak didatangi oleh wisatawan.Deretan pohon yang besar dan tinggi menjadi keindahan tersendiri di sana.
Pulau Nami yang berdiameter 6 kilometer dan luas area sekitar 460.000 m2
ini berada di area Bendungan Cheongpyeong, di wilayah Chuncheon-si, Gangwon-do.
Nama Pulau Nami diambil dari nama Jenderal Nami , salah satu pahlawan Korea Selatan yang makamnya juga berada di pulau ini.
Perjalanan dari Seoul yang berjarak 63 km menuju ke Nami memakan waktu sekitar 1,5 jam. Setelah itu berlanjut dengan menggunakan kapal feri yang dihiasi bendera berbagai negara ini akan membawa menyeberangi Sungai Han selama kurang lebih 10 menit .
Selain terdapat memorabilia tentang “ Winter Sonata ”, pulau ini memang cukup
menarik untuk dikunjungi. Pulau ini bagaikan negara sendiri karena pada saat kita
memasuki pulau, di bagian depan ada sebuah bangunan kecil yang
merupakan sebuah bank.
Di bank itu kita bisa menukarkan Won dengan mata uang
negara Naminara ini. Selain itu juga terdapat sebuah papan besar yang berisi sambutan
“Welcome To Naminara Republic”.
Di pulau Nami terdapat berbagai macam restoran, mulai dari menu makanan tradisional
Korea, Jepang, Cina dan Italia.
Jika ingin lebih lama menjelajah
Pulau Nami, tinggal pesan kamar di Naminara Hotel Jeonggwanru saja untuk
bermalam.
Oya, di hotel ini tidak akan menemukan internet dan TV di hotel ini,
karena konsepnya memang sengaja mendekatkan diri ke alam.
Tarifnya cukup
terjangkau dan ada potongan harga pula jika menginap di hari minggu
sampai kamis.
Ada yang menarik di kawasan kuil Gotokuji yang berada di pinggiran kota Tokyo - Jepang. Di sana terdapat ribuan patung kucing Maneko Neki dalam berbagai ukuran.
Patung kucing dalam posisi duduk dan melambaikan tangannya itu dianggap merupakan lambang keberuntungan.
Entah sejak kapan patung-patung Maneko Neki itu mulai ada di sana dan senantiasa bertambah jumlahnya dari hari ke hari.
Ada banyak kisah legenda tentang awal mula maneki neko
di Kuil Gotokuji ini. Salah satunya adalah tentang
seorang tuan tanah dari Hikone pada masa Edo. Saat itu tuan tanah berteduh
di bawah pohon besar yang berada tak jauh dari Kuil Gotokuji.
Saat berteduh, ia
melihat seekor kucing yang melambaikan cakarnya seperti memanggilnya untuk masuk ke dalam kuil. Tuan tanah itu kemudian mengikuti kucing itu. Sesaat setelah memasuki kuil itu, petir menyambar pohon yang digunakan sang tuan
tanah untuk berteduh.
Tuan tanah itu sangat bersyukur karena tidak tersambar oleh petir itu dan kucing itu
telah menyelamatkan nyawanya. Sebagai rasa syukurnya, sang tuan tanah
memberikan bantuan kepada Kuil Gotokuji. Dia juga menempatkan patung
kecil berbentuk kucing di Kuil Gotokuji ketika kucing yang pernah
menolongnya itu mati.
Sejak saat itulah orang-orang lain yang datang ke kuil ini juga
membawa maneki neko untuk mengenang kebaikan kucing itu dan berharap keberuntungan.
Selain patung maneko neki, di kuil ini juga banyak terdapat ornamen berbentuk kucing lainnya seperti tempat monumen dari besi dan gantungan kayu.
Pada gantungan kayu itu terdapat gambar kucing. Sedangkan di atas pintu masuk kuil juga ada ornamen berbentuk kucing.
Di sekitar kuil ini juga terdapat pohon maple yang daunnya tampak indah karena berwarna merah, kuning, coklat dan hijau. Saat musim kering, daun-daun maple itu berjatuhan dan menjadikan suasana di kuil ini berbeda nuansanya.
Karena keindahan dan keunikannya, kuil Gotokuji ini juga didatangi oleh banyak wisatawan dan juga para pelajar.
Hotel umumnya menawarkan kehangatan ruangan bagi tamunya . Tetapi berbeda dengan hotel yang satu ini karena justru memberikan sensasi rasa dingin yang luar biasa bagi tamu hotel.
Hal ini karena hotel itu dibangun dengan menggunakan balok es. Karena itu semua perlengkapan dan ornamen yang ada di sana juga terbuat dari es.
Uniknya lagi, hotel es ini hanya ada pada musim dingin saja. Orang yang berminat menjadi tamu hotel dan menginap di sana harus memesan tempat terlebih dahulu jauh sebelum hotel ini dibangun pada musim dingin.
ICEHOTEL atau Hotel es yang unik ini ada di Jukkasjärvi, sebuah desa kecil
diSwedia Utara, yang berjarak sekitar 1.287 km dari Stockholm. ICE HOTEL ini dibangun seluas 5500 m2 dan konstruksinya berasal dari 1000
ton es yang dari sungai Torne .
Selain itu juga menggunakan 30.000 ton “snice”, yaitu campuran es dan salju
untuk menguatkan konstruksinya.
Ada sekitar 100 orang yang terlibat dalam
pembuatan konstruksi ICEHOTEL dan setengahnya adalah seniman yang
diundang untuk mendesain beberapa area hotel. Pengerjaan konstruksinya membutuhkan
waktu 1 tahun .
Pada masa antara bulan Maret dan April, sebanyak 5000 ton es
diambil dari sungai Torne dan dibekukan selama musim panas dan musim
semi. Sedangkan masa konstruksinya di bulan November dan Desember.
ICEHOTEL
siap dibuka di bulan Desember sampai pertengahan April saja karena saat itu secara perlahan tapi pasti
semua es kembali mencair dan mengalir ke sungai Torne.
Yang menarik, bangunan hotel ini berbeda setiap tahunnya Setelah membuat bangunan besar beserta kamar-kamarnya, para pekerja juga membuat furnitur dalam
hotel seperti tempat tidur, meja, kursi dan lain-lainnya.
Setiap kamar
memiliki desain yang berbeda dan bernilai seni tinggi.Ada 16
gaya kamar dan tata pencahayaan yang berbeda di hotel ini. Para tamu pun bisa memilih yang
mana.
Selain kamar dan aula, ada juga chapel yang berfungsi
sebagai tempat pernikahan dan resepsi. Chapel ini dilengkapi dengan
altar, panggung dan kursi-kursi yang juga terbuat dari es.
Konon, tarif kamar di hotel es ini ada yang merupakan tarif hotel termahal karena mencapai harga 140 ribu
Pounds atau setara Rp 4,7 miliar per malam yang bisa didesain
sendiri kamarnya yang serba es tersebut.
Sekolah Kera, begitulah nama sekolah yang unik ini. Sesuai dengan namanya, sekolah ini memiliki murid yang terdiri dari satwa kera yang diajari dengan berbagai ilmu dan ketrampilan seperti memanjat pohon, memilih dan memetik buah kelapa dan sebagainya.
Sekolah ini milik Khuru
Somporn yang lebih terkenal sebagai Samporn Monkey Training
College dan didirikan pada tahun 1957 di District Kancha-nadit , Surat Thani - Thailand.
Pada saat itu karena orang tuanya adalah petani kelapa, Khuru Somporn telah mengajari beberapa ekor monyet untuk memanjat pohon kelapa dan memetik buah kelapa saat panen kelapa.
Begitu pula dengan petani kelapa lainnya. Sayang, kera-kera itu sering dipukul oleh para pemiliknya jika kelakuannya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh mereka.
Hal ini memberinya ide untuk mengajari kera-kera itu dengan cara yang lebih baik dan tempat yang nyaman tanpa pernah menghukum atau memukulinya. Guru agama Budhanya juga mendukungnya untuk mengajari kera-kera dengan baik tanpa menggunakan paksaan atau kekerasan.
Somporn kemudian menjadi nama yang terkenal setelah kera kebanggaannya yang bernama Khai Nui membawa bendera provinsi Surat Thani saat upacara pembukaan National Games pada tahun 1993 National Games.
Saat ini sekolah kera itu dikelola oleh saudara perempuannya yang bernama Somjai Saekhow. Sedangkan kera-kera itu dari jenis Pigtail macaques (Macaca nemestrina). Kera-kera yang sudah terlatih itu bisa memetik sebanyak 1000-1500 butir buah kelapa dalam sehari.
Sedangkan kera yang betina bisa mengumpulkan sekitar 600 buah kelapa.Mereka juga bisa membantu mengangkat dan memasukkan kelapa-kelapa itu ke dalam karung.
Selain mengajari kera-kera, sekolah itu juga didatangi oleh banyak wisatawan. Di sana mereka bisa melihat berbagai aktifitas kera-kera itu.
Yang menarik, ada juga kera yang sedang bekerja sama membantu pemiliknya mengangkat buah kelapa atau bercanda mengendarai motornya.