Minggu, 12 Juli 2015

Jalur Jejak Kematian Yang Menegangkan di Gunung Huashan

Ada banyak destinasi wisata yang esktrem dan menegangkan di dunia. Salah satunya adalah lokasi yang dikenal dengan nama Jejak Kematian ( Death Trail ) yang berada di tebing Gunung Huangshan, Kota Huayin Provinsi Shaanxi, China.



Berada di sana, wisatawan akan diajak menyusuri jalan yang terbuat dari kayu selebar 30 cm yang menempel di tepian tebing dengan jurang yang dalam di bawahnya.Untuk melewati jalur yang berada ribuan meter di atas ketinggian ribuan meter dari permukaan laut itu harus dengan berjalan dan berpegangan dengan rantai di dinding gunung . 


Pengaman yang mengikat tubuh pengunjung ada di bagian lainnya sehingga aman dan tidak menyebabkan mereka terjatuh ke jurang. 


Selain jalur yang ada papan kayunya, wisatawan juga akan melewati jalur yang tanpa ada papan kayunya sama sekali. Sehingga mereka benar-benar berjalan di dinding gunung. Tentu bisa dibayangkan bagaimana seru , esktrem dan menegangkannya ketika melewati jalur-jalur itu.



Di Gunung Huashan juga terdapat sebuah kuil kuno dan bersejarah yang bernama Kuil Taois. Karena dianggap sebagai gunung yang suci , para biarawan dan biarawati rela menempuh jalur maut itu untuk mengunjungi Kuil Taois.

Untuk mengenang perjuangan biarawan dan biarawati menuju ke kuil Taois , Gunung Huashan dan berbagai kisah sejarahnya itulah yang mendasari dibuatnya wisata ekstrem itu.



Walau sangat menegangkan, wisata Jejak Kematian ini menarik perhatian banyak wisatawan untuk mengunjunginya. Tentu bagi mereka yang phobia ketinggian atau punya penyakit jantung sangat dilarang untuk ke sana.





Jumat, 10 Juli 2015

Menguji Nyali Di Tebing Batu Kjeragbolten


Batu di tebing itu sangat unik sekali. Terapit diantara dua tebing lainnya dengan tanpa batu penahan satu pun di bagian bawahnya. Walau tampak miris dan menegangkan, ternyata ada banyak wisatawan yang berkunjung ke sana untuk berfoto ria dan menguji nyali mereka di daerah ketinggian. 

 

Tebing itu bernama Kjeragbolten dan berada di Desa Lysefjord di bagian Selatan Norwegia dan berada di ketinggian 1000 meter lebih. 


Untuk menuju ke sana harus dengan benar-benar waspada dan hati-hati karena jurang menganga yang sangat dalam ada di sekitarnya dan sungai yang mengalir deras di bawahnya.


Untuk menuju ke sana butuh waktu perjalanan sekitar lima jam dengan hiking dari Oygardstol. Selain hiking, wisatawan juga perlu mendaki tebing sekitar 570 meter di jalur yang ada di Lysefjord. 


Walau tampak sangat berbahaya walau hanya untuk berfoto bagi pengunjung biasa, ternyata ada beberapa orang yang datang ke Kjeragbolten untuk menguji nyali dengan melakukan atraksi-atraksi yang mendebarkan.


Mereka ada yang beratraksi di batu terjepit itu dengan motor trailnya, dengan mengunakan  tongkat, tangga dan kursi. 


Tentu bisa dibayangkan betapa berbahaya dan menegangkannya aksi mereka.Seolah tak mau kalah, ada juga kambing yang menyempatkan diri berpose di batu Kjeragbolten.



Walau tampak menarik, bagi penderita phobia ketinggian jangan sampai pergi ke sana karena ancaman maut mengintai Anda.










Sabtu, 04 Juli 2015

Nuansa Warna di Yellowstone Berubah Jadi Hijau

Sebuah kolam air panas yang indah di Taman Nasional Yellowstone dan berlokasi di Wyoming - Amerika Serikat telah berubah warna dari biru kristal menjadi hijau terang dengan rona kekuningan. Hal ini ditengarai sebagai akibat  dari tindakan wisatawan yang melempar koin di dalamnya selama bertahun-tahun.


Keajaiban alam yang juga disebut Morning Glory itu  telah berubah warna selain karena akumulasi koin, juga karena sampah dan puing-puing alami. Tetapi julukan itu kemudian berubah menjadi Fading Glory karena perubahan mencolok itu terjadi sejak tahun 1950.



Hampir tiga juta wisatawan datang berduyun-duyun ke taman nasional ini setiap tahunnya dan banyak dari mereka yang melempar koin dan batu ke mata air dengan berharap keberuntungan yang bertambah.

 
Tetapi vandalisme yang tidak disengaja itu telah menyebabkan Morning Glory ini menjadi korban karena menyumbat ventilasi dan memperlambat sirkulasi air. Akibatnya suhu air turun dan dikirim bakteri berwarna oranye menuju pusat kolam.


Wisata Yellowstone National Park ini juga sangat terkenal akan geyser . Geyser terkenal di dunia, Old Faithful Geyser, pun ada di sini. Selain itu di sini juga ada beberapa satwa liar seperti beruang grizzly, serigala, bison dan rusa.


Wisata ini  merupakan taman yang unik dengan keindahan alamnya yang mencakup area seluas 3468 km persegi (8983 km ²) dan terdiri dari danau, lembah, air terjun, sungai dan pegunungan.



Taman Nasional yang diresmikan pada tanggal 1 Maret 1872 oleh  Presiden Ulysses S. Grant ini pun menjadi salah satu taman yang terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1979.
Taman Nasional  Yellowstone National Park merupakan taman yang unik dengan keindahan alamnya. Diresmikan pada tanggal 1 Maret 1872 oleh presiden  Presiden Ulysses S. Grant.

Taman Nasional ini pun menjadi salah satu taman yang terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1979.
Taman Nasional Yellowstone National Park lebih tepat bertengger di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho. Luas yang diduduki taman ini mencakup area seluas 3468 km persegi (8983 km ²) dan terdiri dari danau, lembah, air terjun, sungai dan pegunungan.
- See more at: http://www.griyawisata.com/internasional/america/artikel/megafauna-di-taman-nasional-yellowstone-national-park#sthash.teAFXI8z.dpuf





 



 






Jumat, 03 Juli 2015

Nuansa Serba Warna Pink Di Masjid Dumaikon

Ada banyak masjid di dunia dengan berbagai kisah dan gaya arsitektur bangunannya. Salah satunya adalah Masjid Dimaukom. Masjid ini lebih terkenal dengan nama Masjid Pink karena sesuai dengan namanya, semua bagian bangunan di masjid semuanya berwarna pink.


Mulai dari pagar, menara, kubah, dan interior di dalamnya semuanya berwarna pink.Bahkan banyak jamaah masjid ini yang juga mengenakan pakaian warna pink untuk beribadah di sana.Tentu hal itu sangat unik, langka dan menarik . 


Kalaupun ada warna lain berupa emas dan perak di berbagai ornamennya terasa tenggelam oleh semaraknya warna pink.   




Masjid Dimaukom ini berada di  Datu Saudi Ampatuan (DSA) , yang merupakan kota kecil di provinsi Maguindanao, Filipina. 


Konon, pink adalah warna favorit dari istri sang pemilik masjid ini, karena mereka percaya bahwa pink adalah simbol kedamaian dan keharmonisan.


Masjid ini pembangunannya dilakukan pada tahun 2013 dan dibiayai oleh walikota setempat bernama  Samsodin Dimaukom yang namanya diabadikan menjadi nama masjid ini. Sedangkan pembangunannya dibantu oleh banyak sukarelawan yang beragama Kristen.


Mereka berharap dengan adanya masjid pink ini bisa memberi kedamaian dan keharmonisan di daerah sana. 


Pada hari raya Lebaran, masjid ini ramai oleh Jamaah . Mereka bahkan sampai sholat di luar bangunan masjid karena begitu banyaknya jamaah.







 






Rabu, 01 Juli 2015

Masjid Biru Yang Indah Dan Berarsitektur Klasik


Masjid Biru, begitulah nama untuk masjid yang sangat indah ini. Nama itu diberikan karena masjid ini berhiaskan ornamen dan keramik-keramik yang berwarna biru pada dinding, atap dan kubahnya dan bermotif daun, tulip, mawar, anggur, bunga delima atau motif-motif geometris.



Keramik biru itu  berasal  dari  daerah Iznik , kawasan Turki yang terkenal menghasilkan keramik yang indah dan berkualitas .




Itu belum lagi  dengan begitu besar , luas dan megah bangunannya dengan sentuhan citra rasa seni yang tinggi.Masjid Biru memiliki  260 jendela , 6 menara, diameter kubah 23,5 meter dengan tinggi kubah 43 meter,  dan kolom beton berdiameter 5 meter. 

 

Masjid  ini berada di Istanbul Turki dan  dibangun oleh Sultan Ahmed I yang berasal dari Dinasti Ottoman.Dinasti ini  menguasai Turki pada abad ke-14. Sedangkan Sultan Ahmed I berkuasa di Turki sejak  tahun 1603 – 1617.  

 
Konstruksi masjid mulai dibangun pada tahun 1609  oleh Mehmed Aga, arsitek terkenal pada jaman itu dan selesai dibangun pada tahun 1616.



Yang menarik, Sultan Ahmaed I membangun masjid ini  untuk menandingi bangunan Hagia Sophia buatan kaisar Byzantine yaitu Constantinople. Hagia Sophia berada satu blok dari Masjid Biru dan dulunya adalah Gereja Byzantine sebelum jatuh ke daulah Turki Ottoman pada tahun 1453 M .





Ada legenda yang berkembang di masyarakat , pada awalnya Sultan Ahmed I meminta kepada Mehmed Aga untuk membuat menara yang terbuat dari emas. Kata emas dalam bahasa Turki adalah “ altin ”. 


Ternyata sang arsitek salah mendengar. Ia mengira Sultan Ahmed I ingin memiliki masjid dengan 6 menara.  Hal ini karena kata enam dalam bahasa Turki bunyinya “ alti ” dan memang terdengar amat mirip dengan “ altin "  . Dan akhirnya dibangunlah masjid dengan 6 menara, bukannya 4 menara yang terbuat dari emas. 



Menyadari kekeliruannya, awalnya Mehmed Aga mengira kepalanya akan dipenggal oleh Sultan Ahmed I.  tetapi ketika pembangunan masjid ini  selesai, konon Sultan Ahmed I justru kagum  dengan desain 6 menara yang indah itu. 


Oya, tak jauh dari Masjid Biru ini terdapat museum Aya Sofya yang terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Ada juga istana Topkapi yang menyimpan beberapa peninggalan Rasulullah saw.


Masjid Biru ini menjadi jejak keindahan peradaban masa lampau yang masih tetap bertahan dan berfungsi sebagai tempat ibadah hingga saat ini.