Hotel itu sangat unik dan berbeda. Selain berada di dalam kawasan hutan lindung seluas 300.000 hektar , bangunannya yang terbuat dari bahan batu juga berbentuk kerucut seperti bentuk gunung dengan banyak jendela di dindingnya. Tanaman hijau merambati bangunannya.
Yang menarik dan spekatuler, di bagian puncak bangunan ada air terjun yang airnya mengalir dengan deras. Ada nuansa kembali ke alam yang asri dan segar saat berada di sana.
Begitulah keunikan yang ada di hotel bernama La Montana Magica yang berada di kota Huila Huilo - Chili. Hotel ini dibangun oleh seniman lokal dengan bangunan yang disengaja berbentuk gunung dan air terjun.
Ada jembatan gantung terbuat dari kayu yang bisa digunakan oleh tamu hotel sebagai jalan alternatif untuk masuk ke hotel.
Tetapi untuk berjalan di jembatan gantung itu tentu membutuhkan nyali tersendiri karena jembatannya yang bergoyang-goyang mengikuti hembusan angin.
Hanya tersedia 13 kamar di hotel itu. Interior, ornamen dan perabotan di dalamnya menggunakan bahan dari kayu sehingga memberikan suasana dan nuansa yang hangat dan ramah.
Dari balik jendela kamar itulah tamu hotel bisa menyimak aliran air terjun yang mengalir dari atas bangunan membasahi bagian luar bangunan hotel .
Selain menikmati keunikan bangunan hotel dan panorama alam di sekitarnya, bila beruntung tamu hotel juga bisa menjumpai sekawanan Pudu, rusa yang berukuran kecil dengan tinggi 16 inch.
Tarif hotel ini berkisar antara 150-260 poundsterling. Sebuah harga yang sepadan dengan keunikan, fasilitas, layanan dan pengalaman menakjubkan yang bisa Anda dapatkan jika menginap di Hotel La Montana Magica ini.
Minggu, 12 April 2015
Jumat, 10 April 2015
Bukit Yang Berhias Ratusan Ribu Salib
Ada panorama yang unik dan berbeda di bukit itu. Jika biasanya daerah bukit ditumbuhi oleh pepohonan, semak dan rumput hijau yang asri, tidak demikian halnya dengan bukit yang dikenal dengan nama Hill Of Crosses atau Bukit Salib ini.
Sesuai dengan namanya, di bukit itu terdapat banyak salib yang terbuat dari berbagai bahan, bentuk dan ukuran. Jumlahnya konon sudah mencapai ratusan ribu salib karena setiap hari jumlahnya selalu bertambah seiring dengan banyaknya wisatawan yang datang ke sana dengan membawa dan memasang salib yang baru.
Bukit Salib ini berlokasi yang berjarak 12 Km dari kota Siauliai di negara Lithuania bagian utara. Walau belum ada alasan yang jelas, konon ratusan ribu salib yang ada di sana berfungsi sebagai tanda peringatan kemerdekaan negara Lithuania.
Selain salib dengan dengan berbagai bentuk ornamennya, di bukit itu juga banyak terdapat rosario dan foto Yesus dan Bunda Maria. Di bagian tengahnya ada juga patung Bunda Maria.
Ada banyak kisah memilukan yang terjadi di sana pada masa lampau. Di antaranya adalah kisah terjadinya musibah kebakaran gereja di sekitar pada abad ke-13.
Kisah lainnya tentang adanya dua tentara yang tewas di bukit tersebut saat pertempuran dan pemberontakan anti Soviet di Lithuania.
Sejak tahun 1831 sampai 1863, pemberontakan melawan Soviet terjadi di Lithuania. Dalam Perang Dunia II, Soviet telah menduduki Lithuania selama 50 tahun. Selama itu pula Soviet sudah tiga kali berusaha meratakan bukit dan dan membuat parit di sekelilingnya.
Soviet beranggapan bahwa penancapan salib di bukit itu adalah bentuk pelanggaran hukum yang berat.
Tetapi walau begitu, masih ada banyak orang yang datang ke bukit itu dan menancapkan salib dan sebagainya di sana hingga Lithuania merdeka dari Soviet pada tahun 1991.
Yang menarik, banyak tokoh besar dunia yang datang ke bukit Salib . Di antaranya adalah kedatangan Paus Paulus II pada tahun 1993 dengan membawa dan menancapkan patung Kristus yang disalibkan.
Selain menyimak keunikan dan keindahannya, mereka ada yang datang untuk membuat foto-foto perkawinannya dengan berlatar belakang ratusan ribu salib.
Kamis, 09 April 2015
Indahnya Cahaya Gemerlap Di Hutan Lampu
Hutan Lampu , begitulah nama yang bisa diberikan pada destinasi wisata yang satu ini. Sesuai dengan namanya, di sana bisa dijumpai aneka pohon dalam berbagai bentuk yang tampak unik karena beraneka warna dan berkelap-kelip.
Tak hanya pohon, aneka bunga dan satwa lainnya juga tampak gemerlap dan bercahaya. Berada di sana seolah membawa kita berada di negeri dongeng karena apa yang ada di sana bisa menyala dengan begitu indahnya.
Begitulah suasana yang ada di I-City yang berada di Kota Shah Alam , Selangor - Malaysia yang merupakan destinasi wisata dengan memanfaatkan tekhnologi lampu digital yang modern dan canggih.
Pengunjung bisa masuk dan parkir ke kawasan yang buka dari pukul 20.00 hingga pukul 03.00 ini secara gratis. Mereka baru membayar tiket jika ingin masuk dan menggunakan aneka wahana permainannya.
I-City ini terbagi menjadi 3 lokasi yaitu City of Digital Lights yang di dalamnya terdapat wahana super swing, two tier carousel, magical christmas, spacewalk, desert trail, circus travel, giant ferris wheel, pirate ship dan jungle track.
Lokasi yang kedua adalah Water World dan Snow Walk yang terdapat LED screen, tornado ride, river adventure, spiral slides, aladdins adventure, giant jacuzzi, rainbow racer slides, ice age, north pole adventure dan water futsal.
Sedangkan lokasi ketiga adalah Fun World and City Walk yang menampilkan wahana 5D cinema, choo choo train, amusement ride, children traffic park dan bumper cars, kids world, house of horror, trick art museum dan lainnya.
Hal yang paling menonjol di kawasan ini adalah adanya pohon-pohon dan bunga-bunga yang bercahaya aneka warna. Dengan pengunjung berlalu lalang di antara pepohonan digital itu menampilkan panorama yang indah dan menawan.
Wisata terpadu I-City ini berlokasi di Jalan Multimedia 7/AG 40000 Shah Alam, Selangor - Malaysia. Gemerlapnya cahaya di sana sepintas mengingatkan saya pada gemerlap cahaya Taman Pelangi di kota Yogyakarta.
Tak hanya pohon, aneka bunga dan satwa lainnya juga tampak gemerlap dan bercahaya. Berada di sana seolah membawa kita berada di negeri dongeng karena apa yang ada di sana bisa menyala dengan begitu indahnya.
Begitulah suasana yang ada di I-City yang berada di Kota Shah Alam , Selangor - Malaysia yang merupakan destinasi wisata dengan memanfaatkan tekhnologi lampu digital yang modern dan canggih.
Pengunjung bisa masuk dan parkir ke kawasan yang buka dari pukul 20.00 hingga pukul 03.00 ini secara gratis. Mereka baru membayar tiket jika ingin masuk dan menggunakan aneka wahana permainannya.
I-City ini terbagi menjadi 3 lokasi yaitu City of Digital Lights yang di dalamnya terdapat wahana super swing, two tier carousel, magical christmas, spacewalk, desert trail, circus travel, giant ferris wheel, pirate ship dan jungle track.
Lokasi yang kedua adalah Water World dan Snow Walk yang terdapat LED screen, tornado ride, river adventure, spiral slides, aladdins adventure, giant jacuzzi, rainbow racer slides, ice age, north pole adventure dan water futsal.
Sedangkan lokasi ketiga adalah Fun World and City Walk yang menampilkan wahana 5D cinema, choo choo train, amusement ride, children traffic park dan bumper cars, kids world, house of horror, trick art museum dan lainnya.
Hal yang paling menonjol di kawasan ini adalah adanya pohon-pohon dan bunga-bunga yang bercahaya aneka warna. Dengan pengunjung berlalu lalang di antara pepohonan digital itu menampilkan panorama yang indah dan menawan.
Wisata terpadu I-City ini berlokasi di Jalan Multimedia 7/AG 40000 Shah Alam, Selangor - Malaysia. Gemerlapnya cahaya di sana sepintas mengingatkan saya pada gemerlap cahaya Taman Pelangi di kota Yogyakarta.
Senin, 06 April 2015
Menelusuri Deretan Jenazah Yang Menyeramkan Di Italia
Bagi banyak orang, di satu sisi mayat atau jenazah tentu sangat menyeramkan. Ada aneka kisah mistis dan magis berkaitan dengan jenazah itu. Tetapi di sisi lainnya, ternyata ada juga jenazah yang justru menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan untuk mengunjunginya.
Tak hanya ada satu jenazah saja, tetapi ada ribuan jenazah yang bisa dijumpai dalam berbagai umur, ekspresi,pose dan pakaian.
Wisata itu bernama Catacombs Capuchins of Palermo yang berada di Catacombs, Palermo , Sisilia - Italia. Di sana terdapat deretan jenazah yang dipajang di sisi lorong-lorong ruangan bawah tanah yang ditempatkan dalam posisi berdiri, menggantung, tidur atau ditempatkan dalam peti mati.
Pada awalnya Catacombs Capuchins ini merupakan sebuah biara di abad ke-16 sampai biarawan di sana mulai menggali kriptus di bawahnya. Pada tahun 1599, saudara dari biarawan Silvestro dari Gubbio meninggal dan jenazahnya dijadikan mumi dan disimpan di dalam Catacombs. Sejak saat itulah Catacombs Capuchin mulai dijadikan tempat untuk menaruh mayat para biarawan.
Semula, tempat ini dikhususkan untuk menyimpan jenazah biarawan saja. Tetapi dalam perkembangannya, ada banyak orang luar biara yang juga ingin dimakamkan di sana saat mereka meninggal. Bahkan mereka ada yang berwasiat dengan mengenakan pakaian tertentu, atau bahkan mengubah pakaian mereka pada hari-hari tertentu.
Di antara jenazah itu ada jenazah seorang anak perempuan berusia 2 tahunyang bernama Rosalia Lombardo yang terawetkan secara sempurna.
Jenazah itu setelah diteliti dengan sinar X tampak unik dan berbeda karena ketika jenazah lain harus didandani dengan menambahkan rambut dan atribut lainnya, tetapi jenazah bocah ini pada rambut pirang ikal dan organ tubuh jenazah terawetkan secara sempurna .
Pose bocah itu sedang tertidur dengan bulu matanya yang berwarna coklat. Karena kesedihan yang mendalam, ayah sang bayi meminta seorang pembalsem terkenal Alfredo Salafia untuk mengawetkan anak itu yang meninggal karena terserang pneumonia pada tahun 1920.
Tak hanya ada satu jenazah saja, tetapi ada ribuan jenazah yang bisa dijumpai dalam berbagai umur, ekspresi,pose dan pakaian.
Wisata itu bernama Catacombs Capuchins of Palermo yang berada di Catacombs, Palermo , Sisilia - Italia. Di sana terdapat deretan jenazah yang dipajang di sisi lorong-lorong ruangan bawah tanah yang ditempatkan dalam posisi berdiri, menggantung, tidur atau ditempatkan dalam peti mati.
Pada awalnya Catacombs Capuchins ini merupakan sebuah biara di abad ke-16 sampai biarawan di sana mulai menggali kriptus di bawahnya. Pada tahun 1599, saudara dari biarawan Silvestro dari Gubbio meninggal dan jenazahnya dijadikan mumi dan disimpan di dalam Catacombs. Sejak saat itulah Catacombs Capuchin mulai dijadikan tempat untuk menaruh mayat para biarawan.
Semula, tempat ini dikhususkan untuk menyimpan jenazah biarawan saja. Tetapi dalam perkembangannya, ada banyak orang luar biara yang juga ingin dimakamkan di sana saat mereka meninggal. Bahkan mereka ada yang berwasiat dengan mengenakan pakaian tertentu, atau bahkan mengubah pakaian mereka pada hari-hari tertentu.
Di antara jenazah itu ada jenazah seorang anak perempuan berusia 2 tahunyang bernama Rosalia Lombardo yang terawetkan secara sempurna.
Jenazah itu setelah diteliti dengan sinar X tampak unik dan berbeda karena ketika jenazah lain harus didandani dengan menambahkan rambut dan atribut lainnya, tetapi jenazah bocah ini pada rambut pirang ikal dan organ tubuh jenazah terawetkan secara sempurna .
Pose bocah itu sedang tertidur dengan bulu matanya yang berwarna coklat. Karena kesedihan yang mendalam, ayah sang bayi meminta seorang pembalsem terkenal Alfredo Salafia untuk mengawetkan anak itu yang meninggal karena terserang pneumonia pada tahun 1920.
Jumat, 03 April 2015
Gua Es Yang Menakjubkan Di Skaftafell
Selama ini gua identik dengan stalaktatit dan stalakmit dari batu biasa saja seperti yang biasa kita jumpai dalam gua pada umumnya. Tetapi gua yang satu ini sangat unik dan berbeda. Betapa tidak, hampir semua bagian dalam gua ini terbuat dari es.
Tak semua orang bisa masuk dan menelusuri ke dalam gua ini. Butuh pengalaman, ketrampilan dan peralatan khusus karena medan perjalanan yang harus dilalui berupa es yang permukaannya licin. Belum lagi dengan lokasinya yang sangat terpencil dan dinginnya suasana di sana.
Gua yang indah dan unik ini berada di laguna beku gletser SvÃnafellsjökull di Skaftafell, Islandia. Gua ini dapat diakses melalui pintu masuk berjarak 22 kaki dari garis pantai. Panorama gua ini tampak menakjubkan dilihat dari bagian dalam gua.
Warna biru lautnya menjadi ciri khasnya tersendiri. Berjalan dengan menyusuri gua ini seolah berada di dalam laut dengan gelombang airnya yang membeku.
Gua es ini adalah struktur sementara yang muncul di tepian gletser. Es yang telah berusia ratusan tahun menuruni lereng Öræfajökull melalui gletser SvÃnafellsjökull dan telah bermetamorfosis menjadi es gletser yang bertekanan tinggi dan hampir tidak berisi gelembung udara.
Karena minimnya udara itu menyebabkan menyerap semua cahaya yang masuk ke dalam gua kecuali cahaya berwarna biru. Tetapi es berwarna biru ini hanya dapat dilihat dalam kondisi tertentu yaitu pada musim dingin setelah lama hujan dan ketika lapisan permukaan gletser telah hanyut.
Gua es gletser ini terbetuk dari hasil proses glasial, dimana hujan melelehkan air di permukaan gletser tersebut dan kemudian disalurkan ke sungai yang masuk ke gletser melalui celah-celah. Air terjun yang mencair pada lubang gletser sementara genangan air mengalir kebawah dan membentuk gua es.
Sementara itu, sedimen berbutir halus yang ada di dalam air menyebabkan aliran air lelehan berlumpur dan pada bagian atas gua menunjukkan warna biru.
Karena gerakan kecepatan gletser dari sekitar 1 m per hari, es gua ini retak di ujungnya, es pada ujung gua ini retak pada ujungnya.
Walau tampak indah dan menakjubkan, tetapi karena terbuat dari air yang membeku, gua es ini bisa runtuh dan meleleh sewaktu-waktu.
Sungguh tak bisa terbayangkan bagaimana akibatnya jika suatu ketika ada banyak wisatawan berada di dalam gua dan saat itu terjadi musibah alam yang meruntuhkan gua ini.
Tak semua orang bisa masuk dan menelusuri ke dalam gua ini. Butuh pengalaman, ketrampilan dan peralatan khusus karena medan perjalanan yang harus dilalui berupa es yang permukaannya licin. Belum lagi dengan lokasinya yang sangat terpencil dan dinginnya suasana di sana.
Gua yang indah dan unik ini berada di laguna beku gletser SvÃnafellsjökull di Skaftafell, Islandia. Gua ini dapat diakses melalui pintu masuk berjarak 22 kaki dari garis pantai. Panorama gua ini tampak menakjubkan dilihat dari bagian dalam gua.
Warna biru lautnya menjadi ciri khasnya tersendiri. Berjalan dengan menyusuri gua ini seolah berada di dalam laut dengan gelombang airnya yang membeku.
Gua es ini adalah struktur sementara yang muncul di tepian gletser. Es yang telah berusia ratusan tahun menuruni lereng Öræfajökull melalui gletser SvÃnafellsjökull dan telah bermetamorfosis menjadi es gletser yang bertekanan tinggi dan hampir tidak berisi gelembung udara.
Karena minimnya udara itu menyebabkan menyerap semua cahaya yang masuk ke dalam gua kecuali cahaya berwarna biru. Tetapi es berwarna biru ini hanya dapat dilihat dalam kondisi tertentu yaitu pada musim dingin setelah lama hujan dan ketika lapisan permukaan gletser telah hanyut.
Gua es gletser ini terbetuk dari hasil proses glasial, dimana hujan melelehkan air di permukaan gletser tersebut dan kemudian disalurkan ke sungai yang masuk ke gletser melalui celah-celah. Air terjun yang mencair pada lubang gletser sementara genangan air mengalir kebawah dan membentuk gua es.
Sementara itu, sedimen berbutir halus yang ada di dalam air menyebabkan aliran air lelehan berlumpur dan pada bagian atas gua menunjukkan warna biru.
Karena gerakan kecepatan gletser dari sekitar 1 m per hari, es gua ini retak di ujungnya, es pada ujung gua ini retak pada ujungnya.
Walau tampak indah dan menakjubkan, tetapi karena terbuat dari air yang membeku, gua es ini bisa runtuh dan meleleh sewaktu-waktu.
Sungguh tak bisa terbayangkan bagaimana akibatnya jika suatu ketika ada banyak wisatawan berada di dalam gua dan saat itu terjadi musibah alam yang meruntuhkan gua ini.
Rabu, 01 April 2015
Indahnya Kunang-Kunang Di Dalam Gua
Waitomo Glowworm Caves adalah nama gua yang sangat indah itu. Sesuai dengan namanya, di dalam gua itu hidup jutaan ekor kunang-kunang yang bercahaya dengan warna hijau kebiruan.
Kunang-kunang itu hidup dengan bergantungan dan berterbangan di dalam gua. Pada tubuh dan ekor kunang-kunang itu terdapat zat tertentu yang bisa berpendar dan bercahaya dalam kegelapan.
Karena begitu banyaknya, kunang-kunang itu bagaikan lampu-lampu kecil yang cahayanya berkelap-kelip menerangi dalam gua. Berpadu dengan gelapnya suasana dalam gua menjadikan panoramanya tampak kontras tapi harmonis.
Di dalam gua ini juga mengalir sungai yang bisa diarungi oleh wisatawan dengan menggunakan perahu kecil. Dengan ditemani oleh sang pemandu, wisatawan diajak berkeliling menyusuri sungai itu untuk menikmati keindahan gua. Berada di sana seolah membawa kita masuk dan berada di negeri dongeng.
The Waitomo Glowworm Caves berada di kota Waitomo - New Zealand pertama kali dieksplorasi pada tahun 1887 oleh Kepala Maori lokal yang bernama Tane Tinorau dengan disertai surveyor Inggris yang bernama Fred Mace.
Orang Maori sebagai warga setempat sebenarnya sudah mengetahui tentang keberadaan Gua Kunang-kunang, tetapi mereka tidak pernah masuk dan mengeksplorasi gua yang unik ini sampai dengan kedatangan Fred dan Tane yang masuk ke dalam gua dan menyelidikinya.
Saat itu mereka membangun rakit dari batang pohon rami batang dan dengan cahaya lilin di tangan, mereka kemudian masuk dan menyusuri gua ini. Tertarik dengan pesona keindahan di dalam gua, mereka kemudian datang kembali dan mengadakan eksplorasi lebih lanjut.
Pada tahun 1889 , Tane Tinorau membuka gua ini untuk wisatawan. Karena pada tahun 1906 , administrasi dan pengelolaan gua diambil alih oleh pemerintah, mereka kemudian menerima persentase dari pendapatan gua dan terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan gua.
Seperti The Waitomo Glowworm Caves , tempat-tempat lain di mana hewan bioluminescent dapat dijumpai adalah Toyama Bay di Jepang dan Gippsland Lakes di Australia.
Kunang-kunang itu hidup dengan bergantungan dan berterbangan di dalam gua. Pada tubuh dan ekor kunang-kunang itu terdapat zat tertentu yang bisa berpendar dan bercahaya dalam kegelapan.
Karena begitu banyaknya, kunang-kunang itu bagaikan lampu-lampu kecil yang cahayanya berkelap-kelip menerangi dalam gua. Berpadu dengan gelapnya suasana dalam gua menjadikan panoramanya tampak kontras tapi harmonis.
Di dalam gua ini juga mengalir sungai yang bisa diarungi oleh wisatawan dengan menggunakan perahu kecil. Dengan ditemani oleh sang pemandu, wisatawan diajak berkeliling menyusuri sungai itu untuk menikmati keindahan gua. Berada di sana seolah membawa kita masuk dan berada di negeri dongeng.
The Waitomo Glowworm Caves berada di kota Waitomo - New Zealand pertama kali dieksplorasi pada tahun 1887 oleh Kepala Maori lokal yang bernama Tane Tinorau dengan disertai surveyor Inggris yang bernama Fred Mace.
Orang Maori sebagai warga setempat sebenarnya sudah mengetahui tentang keberadaan Gua Kunang-kunang, tetapi mereka tidak pernah masuk dan mengeksplorasi gua yang unik ini sampai dengan kedatangan Fred dan Tane yang masuk ke dalam gua dan menyelidikinya.
Saat itu mereka membangun rakit dari batang pohon rami batang dan dengan cahaya lilin di tangan, mereka kemudian masuk dan menyusuri gua ini. Tertarik dengan pesona keindahan di dalam gua, mereka kemudian datang kembali dan mengadakan eksplorasi lebih lanjut.
Pada tahun 1889 , Tane Tinorau membuka gua ini untuk wisatawan. Karena pada tahun 1906 , administrasi dan pengelolaan gua diambil alih oleh pemerintah, mereka kemudian menerima persentase dari pendapatan gua dan terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan gua.
Seperti The Waitomo Glowworm Caves , tempat-tempat lain di mana hewan bioluminescent dapat dijumpai adalah Toyama Bay di Jepang dan Gippsland Lakes di Australia.
Langganan:
Postingan (Atom)



















































